Selasa, 22 Januari 2013

berhenti bukan berarti mengakhiri..


terkadang harus malu saat orang lain bertanya kuliah d mana.. dengan sangat terpaksa harus menjawab kuliah d sini dan d situ.. mungkin terdengar WAW atau harus baca YA SIIIIIIN ketika mendengarnya.. sering ditanggapi positif seperti: "wah keren ya" atau "lelah banget tu kuliah, tp yakin bisa kq".. dan ketika ada yang bertanya: "sanggup tu? gimana d atur?" dengan sangat terpaksa harus menjawab: "insya Allah sanggup dan bisa d atur" atau menjawab: "susah banget" dan menerima tanggapan2 negatif yg semakin melunturkan semangat dalam kuliah ini.. mengingat setelah tiga semester kuliah plus semester pendek, indeks prestasi belum pernah melewati angka tiga koma.. sedangkan nilai A belum pernah menyambangi KRS tapi nilai D sudah mulai terkoleksi d salah satu jurusan yang telah ditekuni.. memang bnyak yg mengakui jurusan ini memang sulit dan memperoleh nilai sedikit sangat wajar.. namun, d jurusan satunya lagi, indesk prestasi pun biasa2 saja.. padahal mungkin jika hanya kuliah d jurusan terfavorit sebuah intsitusi pendididikan islam tertinggi dan tertua d Aceh ini mampu menembus tiga koma lima keatas..

namun, mirisnya di tengah kesibukan kuliah yg bukan lagi segudang, tp sudah sekargo2 dan hampir memenuhi pelabuhan ini, membantu bnyak organisasi dan bnyak meluangkan waktu dalam agenda2 dakwah ternyata lebih membuat kuliah ini semakin berhimpit.. hinggap pesan2 singkat untuk mengahadiri agenda ini dan itu.. belum lagi ada rapat ini rapat itu membuat diri yg sok2 aktifis ini susah untuk menghindari hal2 seperti ini. krna saya yakin membantu atau menghadiri agenda dakwah tentu punya pahala yg besar tentunya da tidak akan sia2.

bahkan seorang pernah memberi saya amanah, stengah memaksa sih dan sulit untuk menolak.. dengan entang beliau berkata "amanah itu diberikan pada org2 yg sibuk, karna tanpa nya kita akan disibukkan dengan maksiat".. perkataan beliau benar adanya.. dan ada seorang amir yg jika butuh bantuan segera bertanya "di mana mukhlas? bantu abng bntar bisa".. saya tipikal orang yang sulit menolak untuk membantu.. tp saya juga bukan superhero..

namun, setelah menulis ini saya akan mncoba selektif.. saya akan menarik diri dari segala sesuatu yg tidak selesai saya akhiri ini.. memperbaiki apa yg seharusnya diperbaiki.. karena bergabung bersama orang2 baik, tidak mebuat saya kunjung baik.. malah mempengaruhi orang2 d sekitar saya menjadi tidak baik..

sedih memang meninggalkan apa yang telah saya yakini benar selama sepuluh tahun (separuh hidup saya) ini.. berjumpa dengan orang2 baik dan memberi manfaat yg sangat besar bagi hidup saya.. bukan saya tidak percaya dengan dalil ini:
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedu­ dukanmu.” (QS. Muhammad : 7)
tp saya akan terus menolong agama ini dengan cara saya dan porsi saya..

selamat tinggal saudara.. teruskan langkahmu.. karna aku tak pernah menghalangi langkahmu..

Kamis, 20 Desember 2012

Special for this day.. 20 12 2012 on 20 years old..


Aku hanya manusia. Wajar jika punya cita.
Aku hanya ingin dua hari dalam hidupku orang akan ingat akan aku. Saat usia genap 17 dan usia 20. Terlalu muluk memang. Umur genap 11 penah menjadi momen terakhir dalam catatan hidupku d masa-maasa polos itu. Selebihnya aku tidak pernah ingat dengan tanggal ini. Hingga tiga tahun lalu.
Saat genap 17 –tepat tiga tahun lalu, semua berubah.. Aku tak ingin lg berharap –walau kini setiap hari org mengingat kenakalanku. Pernah terbersit ini tanggal terindah dalam hidupku. Namun, manusia hanya berharap. Dan Allah berkehendak lain.
Saat genap 18 –tepat dua tahun lalu, ide gila mulai keluar. Dua asa yg pernah menancap di benakku : ini tanggal mnyempurnakan separuh dienku, dan menjadi entrepreneur muda sebelum hari ini. Ya yang namanya saja jiwa muda –walau kadang gila. Entah baru minum baygon waktu itu –dibayar berapa sma baygon bos?. Yang jelas semua orang yang membaca berfikir ini gila. Benar-benar gila. Yah namanya saja manusia. Pasti pernah berfikir gila.
Saat genap 19 –lagi-lagi “tepat” satu tahun lalu, aku sadar kebodohan. Aku mulai merubah arah hidupku. Aku berdoa agar kiranya Allah memudahakan langkahku. Saat itu aku mulai berencana untuk berpuluh-puluh tahun kedepan dalam hidupku. Bocah gila. Aku seperti ingin mewarnai langit –cet langet maksudnya. Bagaimana mungkin punya cita seolah manusia sempurna. Ya yang namanya saja usaha.
Dan hari ini. Saat genap 20 –ga pake tahun lalu lagi kaleeeee. Aku hanya ingin menjadi diriku. Berusaha punya kehidupan lebih baik di hari-hari setelah ini dan di akhir umur dunia. Aku hanya ingin menjadi diriku. Bukan orang yg bertopeng –kuga, power rangers, dan para super hero lain selain superman dan wonder woman.
Mungkin ini hari terakhir aku mengingat hari genapku. Justru aku lebih baik berfikir umurku berkurang satu tahun lagi. Dan aku belum membuat dua insan itu tersenyum. Wajahnya letih mengurus anak laki-laki semata wayangnya. Keluargaku. Dan seseorang yg menungguku.
Masih bnyak asaku dibanding dua hal itu. Tetapi, keduanya akan terwujud suatu waktu. Hanya menunggu waktu.
Terima kasih bagi seluruh orang-orang yang kini dengan berbagai caranya mengingat orang gila sepertiku. Karena bagaimanapun, itulah aku. Terima kasih telah menggangap aku hadir dalam hidupmu.
Terima kasih karna masih mau hidup bersamaku. Karna aku bukan lagi durjana. Aku hanya pujangga jiwa demi melipur laraku.
Kepala dua, berarti lembar baru. Segalanya masa lalu. Walaupun jadi benalu. Yang penting dalam hidup ini jangan pernah layu. Tumbuhlah bagai pohon kayu.


 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes