Kamis, 20 Desember 2012

Special for this day.. 20 12 2012 on 20 years old..


Aku hanya manusia. Wajar jika punya cita.
Aku hanya ingin dua hari dalam hidupku orang akan ingat akan aku. Saat usia genap 17 dan usia 20. Terlalu muluk memang. Umur genap 11 penah menjadi momen terakhir dalam catatan hidupku d masa-maasa polos itu. Selebihnya aku tidak pernah ingat dengan tanggal ini. Hingga tiga tahun lalu.
Saat genap 17 –tepat tiga tahun lalu, semua berubah.. Aku tak ingin lg berharap –walau kini setiap hari org mengingat kenakalanku. Pernah terbersit ini tanggal terindah dalam hidupku. Namun, manusia hanya berharap. Dan Allah berkehendak lain.
Saat genap 18 –tepat dua tahun lalu, ide gila mulai keluar. Dua asa yg pernah menancap di benakku : ini tanggal mnyempurnakan separuh dienku, dan menjadi entrepreneur muda sebelum hari ini. Ya yang namanya saja jiwa muda –walau kadang gila. Entah baru minum baygon waktu itu –dibayar berapa sma baygon bos?. Yang jelas semua orang yang membaca berfikir ini gila. Benar-benar gila. Yah namanya saja manusia. Pasti pernah berfikir gila.
Saat genap 19 –lagi-lagi “tepat” satu tahun lalu, aku sadar kebodohan. Aku mulai merubah arah hidupku. Aku berdoa agar kiranya Allah memudahakan langkahku. Saat itu aku mulai berencana untuk berpuluh-puluh tahun kedepan dalam hidupku. Bocah gila. Aku seperti ingin mewarnai langit –cet langet maksudnya. Bagaimana mungkin punya cita seolah manusia sempurna. Ya yang namanya saja usaha.
Dan hari ini. Saat genap 20 –ga pake tahun lalu lagi kaleeeee. Aku hanya ingin menjadi diriku. Berusaha punya kehidupan lebih baik di hari-hari setelah ini dan di akhir umur dunia. Aku hanya ingin menjadi diriku. Bukan orang yg bertopeng –kuga, power rangers, dan para super hero lain selain superman dan wonder woman.
Mungkin ini hari terakhir aku mengingat hari genapku. Justru aku lebih baik berfikir umurku berkurang satu tahun lagi. Dan aku belum membuat dua insan itu tersenyum. Wajahnya letih mengurus anak laki-laki semata wayangnya. Keluargaku. Dan seseorang yg menungguku.
Masih bnyak asaku dibanding dua hal itu. Tetapi, keduanya akan terwujud suatu waktu. Hanya menunggu waktu.
Terima kasih bagi seluruh orang-orang yang kini dengan berbagai caranya mengingat orang gila sepertiku. Karena bagaimanapun, itulah aku. Terima kasih telah menggangap aku hadir dalam hidupmu.
Terima kasih karna masih mau hidup bersamaku. Karna aku bukan lagi durjana. Aku hanya pujangga jiwa demi melipur laraku.
Kepala dua, berarti lembar baru. Segalanya masa lalu. Walaupun jadi benalu. Yang penting dalam hidup ini jangan pernah layu. Tumbuhlah bagai pohon kayu.


 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes